Warga Tenang! Zulhas Pastikan Stok Beras, Jagung, dan Daging Aman Terkendali
NEWS

Warga Tenang! Zulhas Pastikan Stok Beras, Jagung, dan Daging Aman Terkendali

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa stok komoditas pangan nasional seperti beras, jagung, dan daging berada dalam kondisi yang sangat aman dan terkendali. Jaminan ini diberikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di pasaran. Pemerintah terus memantau rantai pasok secara ketat dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang tanpa perlu melakukan pembelian secara berlebihan.

Jakarta, CNN Indonesia — Di tengah dinamika kebutuhan dapur yang kerap bikin cemas, kabar baik datang langsung dari meja pengambil kebijakan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa pasokan komoditas pangan krusial di tanah air saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. Jaminan ini tidak hanya berlaku untuk beras yang menjadi makanan pokok masyarakat, tetapi juga mencakup pasokan jagung hingga daging.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)

Kepastian tersebut disampaikan Zulhas sebagai langkah antisipatif untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan stok secara berkala guna memastikan tidak ada celah kelangkaan yang dapat merugikan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner skala kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan-bahan ini setiap harinya.

Lebih lanjut, ketersediaan jagung yang aman juga menjadi angin segar bagi para peternak lokal yang selama ini kerap dihadapkan pada fluktuasi harga pakan. Sementara itu, stok daging dipastikan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional dalam koridor yang stabil. Dengan intervensi dan mitigasi rantai pasok yang terus diperketat oleh kementerian terkait, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena negara hadir memastikan dapur tetap ngebul dengan harga yang wajar.