Di usia 18 tahun, Curry Barker membuat film-film pendek bersama temannya di kanal YouTube-nya. 8 tahun kemudian, ia menjadi sutradara sebuah film yang merajai Box Office.
Film horror bertajuk Obsession tengah menjadi bahan omongan di kancah Hollywood. Hal itu karena film ini bukan datang dari nama besar yang akrab di telinga sinefil, tapi dari seorang sutradara 26 tahun bernama Curry Barker; seorang YouTuber.

Sumber: Focus Features
Dengan budget sebesar 750 ribu Dolar AS dan produksi selama 20 hari, Barker menciptakan filmnya dan memamerkannya di Toronto Film Festival (TIFF) pada 2025. Terkesan dengan karyanya, perusahaan penerbit bernama Focus Features membeli lisensi pemasaran film tersebut dan menerbitkannya di seantero Amerika pada Mei tahun ini.
Hasilnya? Film tersebut meraup keuntungan seratus kali lipat dari budget, dengan proyeksi penghasilan sebesar 79,7 juta Dolar AS. Film ini juga mengalami kenaikan penghasilan sebesar 30% pada pekan keduanya, sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi dengan film-film bergenre horror.
Kisah Yang Unik Dari Sutradara Kreatif
Cerita dari film Obsession mengikuti seorang pegawai toko musik yang menemukan sebuah benda misterius bernama One Wish Willow. Dari situ, dia mengajukan satu permintaan sederhana: orang yang dia sukai harus mencintainya balik. Tapi seperti biasa di film horror, keinginan seperti itu tidak pernah berakhir normal. Yang datang bukan cinta manis, tapi sesuatu yang perlahan berubah jadi obsesi yang nggak terkendali.
Barker sebelumnya memang bukan orang baru di dunia cerita-cerita aneh dan horror. Ia sudah beberapa kali menciptakan film pendek dan sketsa-sketsa ke YouTube; salah satunya “Milk and Serial,” sebuah film thriller yang mengikuti kisah sepasang YouTuber yang gemar melakukan prank.
Pengalaman tersebutlah yang membuat Obsession menjadi ‘obsesi’ bagi mereka yang telah menyaksikannya di layar perak. Film tersebut menerima skor 94% dari Tomatometer (skor agregasi dari ulasan sejumlah situs dan publikasi) dan rating A- dari CinemaScore (badan survei opini penonton bioskop), mengikuti “Weapons” karya Zach Cregger sebagai film horror kedua yang menerima rating tersebut sejak 2019.
YouTube dan Kreator Indie Kini Dipandang Hollywood
Obsession bukanlah kali pertama sebuah film dari seorang YouTuber melejit di Box Office tahun ini. Sebelumnya, Mark Fischbach (lebih dikenal sebagai Markiplier) menerbitkan film “Iron Lung” dengan budget 3 juta Dolar AS, dan berhasil meraup penghasilan sebesar 50 juta Dolar AS hanya dari bioskop.
Barker bahkan bukan jadi yang terakhir tahun ini; film “Backrooms” yang berawal dari serial ciptaan seorang YouTuber berumur 20 tahun bernama Kane Parsons, yang diyakini akan turut melejit pekan depan dengan estimasi penghasilan sekitar 90 juta Dolar AS.
Dilansir NBC News, ketika ditanya soal mengapa banyak YouTuber akhir-akhir ini mulai dilirik oleh Hollywood, Barker mengatakan bahwa produsen dan penerbit-penerbit film kini mulai menyadari kekuatan platform media sosial seperti YouTube sebagai pusat karya dan kreativitas.
“Kita sudah mencapai titik di mana orang-orang lebih terbuka menaruh film-film mereka pada YouTube. Dibanding ketika aku masih di sekolah film, hal itu dulu dipandang sebagai pilihan paling akhir. Orang-orang tidak mau menerbitkan film mereka di YouTube, mereka maunya rilis di festival film. Aku pikir, apa boleh buat, mending aku terbitkan ke YouTube saja dan kita lihat hasilnya.”
Obsession jadi bukti kalau jalur dari internet ke Hollywood sekarang bukan lagi hal mustahil. Dari video YouTube, ke film pendek, sampai akhirnya jadi film bioskop yang diperbincangkan banyak orang. Di tengah industri film yang sering didominasi franchise besar dan budget raksasa, Obsession dan film-film indie lainnya datang menjadi pengingat bahwa semua orang bisa sukses di industri ini tanpa budget yang besar.
Sumber: NBC News, Variety